RINDU YANG TEROBATI

(Sepercik Kenangan Indah Bersama Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin رحمه الله)

===========================
🗓 Musim haji 1416 H.
🎁 Sebagaimana biasa, beliau menemui para jamaah haji, bertanya dan menjawab pertanyaan mereka. Beliau mencurahkan perhatian kepada mereka.
🛫 Suatu saat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, beliau masuk ke ruang tunggu. Di sana ada rombongan jamaah haji dari salah satu negara yang dahulu masuk wilayah Uni Soviet. Yang paling kecil di antara mereka berumur dua tahun. Tidak seorang pun dari mereka yang bisa berbicara dengan bahasa Arab. Syaikh bertanya, kalau-kalau ada orang yang bisa berbahasa Arab yang dapat menerjemahkan apa yang hendak beliau sampaikan. Ternyata tidak didapati selain seorang anak muda warga negara Saudi yang menyambut mereka. Dialah yang kemudian menerjemahkan.
🔉 Di sela-sela ceramah, datang seorang anak muda dari mereka sambil berlari kecil dan meminta agar dia yang menerjemahkan. Ternyata, anak muda ini pandai berbahasa Arab dan kemudian diketahui bahwa dialah pimpinan rombongan ini. Penerjemahan lantas dia ambil alih.
💦 Setelah selesai, barulah dia diberi tahu bahwa syaikh yang dia terjemahkan nasihatnya adalah asy-Syaikh Ibnu Utsaimin. Terkejutlah dia. Kedua matanya terbelalak sambil menatap Syaikh dengan penuh keheranan. Rupa-rupanya, terjadi sesuatu yang tidak pernah dia kira sebelumnya. Sambil terheran, dia memastikan, “Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin?” Para pendamping Syaikh pun terheran-heran, dari mana anak muda ini tahu nama tersebut.
💦 Mereka pun mengiyakan. Saat itulah, dengan segera, dia memeluk Syaikh erat-erat. Air mata bercucuran dari kedua matanya seraya berucap, “Asy-Syaikh al-Utsaimin.” Berulang-ulang dia ucapkan dengan penuh kebahagiaan. Segera dia mengambil pengeras suara dan mengumumkan kepada jamaah rombongannya dengan bahasa mereka yang tak terpahami, selain sebutan nama Syaikh yang terulang-ulang. Linangan air mata mereka berderai. Suara mereka bersahutan, mengulang-ulang nama ‘asy-Syaikh Ibnu Utsaimin’.
💬 Anak muda itu lalu berkata, “Wahai Syaikh, mereka adalah murid-muridmu. Mereka bersama-sama mempelajari kitab-kitabmu di persembunyian bawah tanah saat kami dilarang mempelajari Islam. Mereka sangat rindu untuk mengucapkan salam kepadamu. Apakah Anda mengizinkan?” Syaikh pun mengizinkan. 
🤝 Segeralah mereka mendatangi Syaikh, satu demi satu. Mereka kecup dahi beliau dengan air mata yang berlinangan dan mulut mereka yang terus bergumam, “Syaikh Ibnu Utsaimin, Syaikh Ibnu Utsaimin.” Tidak ada seorang pun dari mereka yang tidak menangis. Mereka sangat terkesan dengan apa yang mereka dengar dan lihat.
📚 (al-Imam az-Zahid hlm. 110)
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin, semoga Allah Subhanahu wata’ala senantiasa merahmati Anda dan menempatkan Anda di surga-Nya, surga Firdaus….
✍🏻 Ditulis oleh Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc.
Sumber : http://asysyariah.com/keindahan-akhlak-dan-sifat-tawadhu/
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

——————————

🏹 Forum Salafy Banjarnegara

🗓 02 Shofar 1439 H

✅ Join ©hanel telegram

http://telegram.me/salafybanjarnegara

Advertisements

BERKELOMPOK UNTUK MENEBARKAN AL-HAQ ADALAH KEMULIAAN

Al-Imam Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah berkata,
التحزب للحق ونشره وتقديم النفس والمال من أجله؛ هذا شرف
“Berkelompok di atas al-haq, menebarkan al-haq, berkorban dengan jiwa dan harta demi al-haq, ini adalah kemuliaan.
والآن لما يرون السلفيين متجمعين ويتعاونون على البر والتقوى كما أمر الله يقولون: انظروا هؤلاء متحزبون! هذا تمييع وكلام فارغ
Sekarang, ketika melihat Salafiyyin bersatu padu, saling menolong di atas kebajikan dan takwa sesuai dengan perintah Allah, mereka bergegas menuduh, “Lihatlah mereka ini, sekarang berkelompok sendiri!”

Ucapan ini adalah penggembosan dan omong kosong.
التحزب إما لباطل فهو حزب الشيطان، وإما لحق فهو حزب الرحمن
Berkelompok itu bisa jadi di atas kebatilan, dan ini adalah Hizbu Syaitan; bisa jadi juga di atas al-haq, dan mereka inilah Hizbu ar-Rahman.”
[Al-Majmu’ (14/474)]
🌏 Sumber || https://telegram.me/ImamRabee
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎

AMALKANLAH YANG SUNNAH

Al-Allamah Al-Albani rahimahullah berkata:
من سبح باليسرى فقد عصى
Barang siapa yang bertasbih dengan tangan kiri, maka sungguh dia telah bermaksiat.
ومن سبح باليدين معاً…فقد خلط عملاً صالحاً وآخر سيئا
Barang siapa yang bertasbih dengan kedua tangannya, maka sungguh dia telah mencampurkan antara amalan baik dan amalan buruk.
ومن خصّه باليمنى فقد اهتدى وأصاب سنة المصطفى
Barang siapa yang bertasbih dengan tangan kanannya, maka sungguh dia telah mendapat petunjuk dan mengikuti sunnah Musthofa (Nabi shallallahu ‘alaihi wa Sallam)
[Shahih al-Adab al-Mufrod 1/493]
🌏 Sumber || https://telegram.me/imamalalbany
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎

WAKTU-WAKTU YANG DI SUNNAHKAN UNTUK BERDO’A

Asy-Syaikh al-‘Allamah ‘Ubaid al-Jabiri hafizhahullah
📪 Pertanyaan: Kapan waktu-waktu yang disunnahkan untuk berdo’a?
🔓 Jawaban: Disunnahkan dan ditekankan untuk berdo’a pada waktu-waktu yang telah shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi was salam dorongan untuk memanfaatkannya. Dan itu, (wallahu a’lam) diharapkan akan terkabulkannya. 
● Di antara waktu-waktu tersebut ialah:

» Antara tasyahud dan salam ketika shalat

» Antara adzan dan iqamat

» Ketika safar

» Di akhir waktu setelah  shalat ‘ashar pada hari Jum’at,

» Dan disepertiga malam yang terakhir. Wallahu a’lam.
💽 Sumber Audio ||  http://cutt.us/Ak39H%5D
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://Telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

PERASAAN SEORANG SUAMI YANG DITINGGAL ISTRINYA YANG SHALIHAH

http://radiotarbiyah.com

     🌌 Renungan malam

Al-Akh Abu Abdil Ahad Amin As-Sunny hafizhahullah
Anak bibi dari pihak ayah saya yang bernama Hisyam ketika istrinya wafat beberapa hari yang lalu, dia mengatakan:
إِنَّ الْحَمْد للهِ نَحْمَدُهُ  وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُروْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran:102)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوْا اللهَ الَّذِيْ تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
“Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, dan darinya Dia menciptakan isterinya, dan dari keduanya Dia memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak, dan bertakwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain, dan jagalah hubungan silaturrahmi, sesungguhnya Allah selalu mengawasi kalian.”(QS. An-Nisaa’: 1)
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amalan-amalan kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian, dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya dia telah mendapat keberuntungan yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 70-71)
Amma ba’du:
Sesungguhnya air mata benar-benar bercucuran, hati benar-benar sedih, dan kami –wahai penyejuk mataku– benar-benar berduka karena perpisahan denganmu. Hanya milik Allah apa yang Dia ambil dan hanya milik-Nya apa yang Dia berikan, dan segala sesuatu telah Allah tentukan ajalnya di sisi-Nya. Maka bersabarlah dan harapkanlah pahala di sisi Allah.
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ، وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا.
“Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, berilah pahala kepada atas musibahku ini dan gantilah untukku yang lebih baik darinya.”
Maka tidak ada yang kami lakukan selain sabar dan berdoa, karena Allah berfirman:
وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ. الَّذِيْنَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيْبَةٌ قَالُوْا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ. أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ.
“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang jika ditimpa musibah mereka mengatakan: ‘Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali.’ Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan shalawat dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat hidayah.” (QS. Al-Baqarah: 155-157)
Ummu Salamah radhiyallahu anha pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيْبُهُ مُصِيْبَةٌ، فَيَقُوْلُ: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اللهُمَّ أْجُرْنِيْ فِي مُصِيْبَتِيْ، وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا، إِلَّا أَجَرَهُ اللهُ فِيْ مُصِيْبَتِهِ، وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا.
“Tidaklah seorang hamba ditimpa musibah lalu dia mengatakan: ‘Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, berilah pahala kepada atas musibahku ini dan gantlah untukku yang lebih baik darinya.’ Kecuali Allah akan memberinya pahala atas musibahnya dan mengganti yang lebih bagi dibandingkan musibahnya itu.”
Lalu Ummu Salamah berkata: “Ketika Abu Salamah meninggal maka saya mengucapkan sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi was sallam kepadaku, lalu Allah pun menggantikan untukku yang lebih baik darinya, yaitu dengan Rasulullah shallallahu alaihi was sallam menikahiku.” (HR. Muslim no. 918)
Seandainya bukan karena hadits ini, tentu saya katakan bahwa saya tidak akan mendapatkan istri yang semisal dengannya, apalagi yang lebih baik darinya.
Atas musibah ini saya ingin menasehati ikhwah yang telah menikah dan akan menikah; hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dalam urusan istri-istri mereka. Hal berdasarkan hadits dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِيْ.
“Yang terbaik diantara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang terbaik diantara kalian terhadap istriku.” (Lihat: Silsilah Ash-Shahihah no. 285 –pent)
Saya wasiatkan kepada mereka agar mereka benar-benar mengetahui betapa besar nikmat yang mereka dapatkan, karena sebuah kenikmatan tidak akan diketahui seberapa besar kadarnya kecuali jika nikmat tersebut dicabut. Kita memohon keselamatan dan kecukupan kepada Allah.
Ketika istri yang merupakan penyejuk mata saya wafat, saya baru mengetahui betapa berharganya dia bagiku. Dan demi Allah, saya tidak mampu untuk menggambarkan kepada kalian apa yang saya rasakan ketika saya meletakkan jenazahnya di kuburan dan menimbunnya dengan tanah.
Dia adalah istri saya yang kemarin mengatakan kepada saya sambil tersenyum: “Demi Allah, saya benar-benar mencintai dirimu, wahai suamiku.”
Hanya saja Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ.
“Dan setiap umat memiliki ajal, sehingga jika telah datang ajal mereka maka mereka tidak akan mampu mengundurkannya dan tidak pula memajukannya walaupun sesaat.” (QS. Al-A’raf: 34)
Dia adalah sebaik-baik istri yang jika saya suruh maka dia mentaati saya selama dalam ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla, dan jika saya melarangnya dari sesuatu maka dia pun meninggalkannya. Dia juga membantu melayani ibu dan ayah saya, semoga Allah menjaga keduanya dan memanjangkan umur mereka dalam ketaatan kepada Allah.
Semoga Allah merahmatinya, dia biasanya duduk di hadapan saya sekian lama sambil menyuapiku dengan tangannya, dan setiap kali saya melihatnya maka saya pun selalu menjumpainya tersenyum. Dia tidak hanya berperan sebagai seorang istri saja, tetapi dia juga seorang ibu bagi anak-anak saya, sebagai saudara perempuan terhadap saudara-saudara saya, sebagai istri, dan sebagai anak perempuan terhadap kedua orang tua saya. Subhanallah, saya dikaruniai kecintaan kepadanya.
Ya Allah, aku mempersaksikan kepada-Mu bahwa dia adalah seorang istri yang shalihah bagiku, aku ridha kepadanya, jika dia pernah salah maka aku telah memaafkannya, dan jika dia memiliki hutang maka aku yang menanggungnya. Engkau yang menghisab amalnya dan aku tidak mensucikan seorang pun di sisi-Mu.
Ya ikhwah, siapa saja yang memiliki istri maka hendaklah dia memuliakannya dan mempergaulinya seperti yang dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi was sallam terhadap para istri beliau yang mereka telah Allah ridhai. Sebelum kenikmatan berupa istri ini hilang, maka hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab!

 Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu anhu. Bersikaplah yang lembut terhadap mereka dan jangan bersikap kasar kepada mereka! Karena Nabi shallallahu alaihi was sallam bersabda:
إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُوْنُ فِيْ شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ.
“Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah kelembutan itu dicabut dari sesuatu kecuali akan menjadikannya buruk.” (HR. Muslim no. 2594)

Saya memohon kepada Allah Yang Maha Agung agar merahmati istri dan penyejuk mata saya, mengampuninya, memaafkannya, memasukkannya ke golongan orang-orang yang mati syahid (dia meninggal karena persalinan kembar –pent), mengumpulkannya bersama kedua putranya yang belum pernah dia lihat sama sekali, mengumpulkannya bersama Nabi shallallahu alaihi was sallam dan para istri beliau di syurga Firdaus, dan semoga Allah juga menyatukan saya dengan mereka di syurga. Allahumma aamiin…”

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.
“Ya Allah, berikanlah kesabaran kepada saudaraku Hisyam, rahmatilah istrinya dengan rahmat yang luas dan ampunilah dia.”
Sumber artikel:

http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=53246
Selasa, 21 Dzulqa’dah 1435 H
🌏  http://forumsalafy.net/?p=6473
—— turut mempublikasikan ——
🛡 Forum Salafy Banjarnegara

`Ⓜalam Ahad 9 Shofar 1439 Hijriyah`

✅ Join ©hanel telegram

http://tlgrm.me/salafybanjarnegara

ADAB IMAM DAN MAKMUM YANG PERLU DIKETAHUI•

════════════════════
       🕯 FAEDAH ILMIYAH 🕯
════════════════════
Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah,
⚠ “Semestinya bagi seorang makmum untuk TIDAK BERDIRI (setelah selesai sholat) sampai Imam berpaling, yaitu berpindah dari arah kiblat.”
✋🏽 “Dan tidak semestinya seorang Imam TETAP DUDUK setelah salam dengan menghadap kiblat kecuali hanya sekadar beristighfar tiga kali dan dia ucapkan:”
 اللهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
👣 “Dan apabila Imam telah berpindah arah maka barang siapa ingin berdiri silahkan berdiri.Dan barang siapa yang masih ingin duduk berdzikir kepada Alloh maka silahkan dia melakukannya.”
🗂 Sumber : Majmu’ al-Fatawa 22/505
 •••┈••••○❁🌻❁○••••┈•••
     { متى ينصرف المأموم من الصلاة  
الفـــــائدة:

 🎙《 قال شيخ الإسلام ابن تيمية :
«  ينبغي للمأموم، أن لا يقوم حتى ينصرف الإمام، 

 أي: ينتقل عن القبلة، ولا ينبغي للإمام أن يقعد بعد السلام مستقبل القبلة، 

إلا مقدار ما يستغفر ثلاثاً،
ويقول: اللهم أنت السلام، ومنك السلام، تباركت يا ذا الإجلال والإِكرام.
  وإذا انتقل الإمام، فمن أراد أن يقوم قام، ومَنْ أحبّ أن يقعد يذكر الله فعل)) .
🗂 مجموع الفتاوى(٥٠٥/٢٢)
•••┈••••○❁🌻❁○••••┈•••
✍🏻WhatsApp

Ⓚ①ⓉⒶ🌏ⓈⒶⓉⓊ

Bagi-bagi faedah ilmiahnya….ayo segera  bergabung

🌐📲 Join Channel Ⓚ①Ⓣ

https://bit.ly/KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ]  Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia

http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
📲. Share >> http://telegram.dog/KEUTAMAANILMU
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

Mahalnya Waktumu…….

Al Imam Ibnul Qayyim _رحمه الله_ berkata,
“Menyia-nyiakan waktu lebih dahsyat dibandingkan kematian, karna sesungguhnya menyia-nyiakan waktu itu akan memutuskanmu dari Allah (beramal untuk-Nya pent-,) dan kampung akhirat, adapun kematian hanya memutusmu dari dunia dan penghuninya.
📚 [Al Fawaid hal. 44]
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
قال ابن القيم -رحمه الله-:
إضاعة الوقت أشد من الموت
لأن إضاعة الوقت تقطعك عن الله والدار الآخرة والموت يقطعك عن الدنيا وأهلها
الفوائد / ص 44
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📮 *WhatsApp SaLaM || Salafy Makassar*

_Mempererat Ukhuwah dengan Salam_

 

🔵 *Channel Telegram* https://t.me/salafymakassar
🖥  *Website* http://salafymakassar.net

HAKIKAT HARTA YANG KAMU MILIKI

Shahabat Abdullah bin asy-Syikhr radhiallahu ‘anhu berkata,

🍃 “Aku menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau sedang membaca surat,
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
‘ Bermegah-megahan telah melalaikan kamu’
🍃 beliau bersabda, 
يَقُولُ ابْنُ آدَمَ: مَالِي، مَالِي، قَالَ: وَهَلْ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ، أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ، أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ؟
💎 ‘Anak Adam berkata, ‘ini hartaku.. ini hartaku…’
🍃 Kemudian Beliau melanjutkan, 
⚠️ ‘ Hai anak adam, kamu tidak memiliki dari hartamu kecuali yang telah kamu makan lalu habis, 

⚠️ atau pakaian yang kamu gunakan lalu pakaian itu rusak, 

✔️ atau yang kamu sedekahkan maka itulah yang tersisa.” 

📖 (HR. Muslim no.2958)
✅ Ditambahkan dalam hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,
وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ ذَاهِبٌ، وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ
” Adapun selain itu (harta yang disedekahkan,pen), maka ia akan sirna dan ditinggalkan bagi manusia (ahli warisnya).”

📖 (HR. Muslim no.2959)
➖➖➖➖➖

🏡 Mari membiasakan diri untuk menyedekahkan sebagian rejeki yang Allah berikan kepada kita. Karena itulah harta yang benar-benar milik kita.

➖➖➖➖➖
📝 Disajikan oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #sedekah #infaq #harta

〰〰➰〰〰

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah

🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf 

💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
📲. Turut Menyebarkan Ilmu … ⤵

http://telegram.dog/KEUTAMAANILMU
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Apakah dibolehkan utang ke bank syariah model yang ada sekarang ini?

⤵📖 EDISI TANYA JAWAB ILMIYAH📖⤵
💰 *Utang ke Bank Syariah*
📚PERTANYAAN :

⁉ Zaman sekarang ini, utang ke orang tanpa bunga sangat sulit. Apakah dibolehkan utang ke bank syariah model yang ada sekarang ini?
📚 JAWABAN : 

Tidak boleh, karena setahu kami bank syariah tidak ada bedanya dengan bank konvensional, dalam hal sama-sama menjalankan sistem riba. Penamaan tidak dapat mengubah hakikat suatu perkara. Selama ada bunganya (riba/margin), dalam arti nilai yang dibayar lebih besar dari nilai utang itu sendiri, hal itu adalah riba. Kaidahnya :
كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً فَهُوَ رِباً.

*“Setiap piutang yang menarik manfaat adalah riba.”*
Bank adalah bank yang terlaknat meskipun dinamai bank syariah. Wallahul musta’an.
Berusahalah dengan usaha kecil-kecilan terlebih dahulu dan hiduplah dengan cara sederhana. Jika terdesak kebutuhan darurat, carilah orang baik yang mau membantu mengutangi tanpa bunga (riba). Bersabarlah, Allah subhanahu wata’ala bersama (menolong) orang-orang yang bersabar. Bersabar lebih baik daripada mendapat laknat Allah subhanahu wata’ala dengan praktik riba. Wallahul muwaffiq.
🕹Dijawab Oleh Al Ustadz Muhammad Sarbini Hafizhahullahu
Sumber : http://asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-edisi-73/
↔↔↔↔↔↔↔↔↔
Publikasi :
🕹 *WhatsApp Salafy Jeneponto*

 

📫 *Channel Telegram* https://t.me/salafyjeneponto
🖥  *Website* http://serambidarussunnah.com

Blog at WordPress.com.

Up ↑