PERASAAN SEORANG SUAMI YANG DITINGGAL ISTRINYA YANG SHALIHAH

http://radiotarbiyah.com

     🌌 Renungan malam

Al-Akh Abu Abdil Ahad Amin As-Sunny hafizhahullah
Anak bibi dari pihak ayah saya yang bernama Hisyam ketika istrinya wafat beberapa hari yang lalu, dia mengatakan:
إِنَّ الْحَمْد للهِ نَحْمَدُهُ  وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُروْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran:102)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوْا اللهَ الَّذِيْ تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
“Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, dan darinya Dia menciptakan isterinya, dan dari keduanya Dia memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak, dan bertakwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain, dan jagalah hubungan silaturrahmi, sesungguhnya Allah selalu mengawasi kalian.”(QS. An-Nisaa’: 1)
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amalan-amalan kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian, dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya dia telah mendapat keberuntungan yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 70-71)
Amma ba’du:
Sesungguhnya air mata benar-benar bercucuran, hati benar-benar sedih, dan kami –wahai penyejuk mataku– benar-benar berduka karena perpisahan denganmu. Hanya milik Allah apa yang Dia ambil dan hanya milik-Nya apa yang Dia berikan, dan segala sesuatu telah Allah tentukan ajalnya di sisi-Nya. Maka bersabarlah dan harapkanlah pahala di sisi Allah.
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ، وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا.
“Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, berilah pahala kepada atas musibahku ini dan gantilah untukku yang lebih baik darinya.”
Maka tidak ada yang kami lakukan selain sabar dan berdoa, karena Allah berfirman:
وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ. الَّذِيْنَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيْبَةٌ قَالُوْا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ. أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ.
“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang jika ditimpa musibah mereka mengatakan: ‘Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali.’ Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan shalawat dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat hidayah.” (QS. Al-Baqarah: 155-157)
Ummu Salamah radhiyallahu anha pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيْبُهُ مُصِيْبَةٌ، فَيَقُوْلُ: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اللهُمَّ أْجُرْنِيْ فِي مُصِيْبَتِيْ، وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا، إِلَّا أَجَرَهُ اللهُ فِيْ مُصِيْبَتِهِ، وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا.
“Tidaklah seorang hamba ditimpa musibah lalu dia mengatakan: ‘Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, berilah pahala kepada atas musibahku ini dan gantlah untukku yang lebih baik darinya.’ Kecuali Allah akan memberinya pahala atas musibahnya dan mengganti yang lebih bagi dibandingkan musibahnya itu.”
Lalu Ummu Salamah berkata: “Ketika Abu Salamah meninggal maka saya mengucapkan sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi was sallam kepadaku, lalu Allah pun menggantikan untukku yang lebih baik darinya, yaitu dengan Rasulullah shallallahu alaihi was sallam menikahiku.” (HR. Muslim no. 918)
Seandainya bukan karena hadits ini, tentu saya katakan bahwa saya tidak akan mendapatkan istri yang semisal dengannya, apalagi yang lebih baik darinya.
Atas musibah ini saya ingin menasehati ikhwah yang telah menikah dan akan menikah; hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dalam urusan istri-istri mereka. Hal berdasarkan hadits dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِيْ.
“Yang terbaik diantara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang terbaik diantara kalian terhadap istriku.” (Lihat: Silsilah Ash-Shahihah no. 285 –pent)
Saya wasiatkan kepada mereka agar mereka benar-benar mengetahui betapa besar nikmat yang mereka dapatkan, karena sebuah kenikmatan tidak akan diketahui seberapa besar kadarnya kecuali jika nikmat tersebut dicabut. Kita memohon keselamatan dan kecukupan kepada Allah.
Ketika istri yang merupakan penyejuk mata saya wafat, saya baru mengetahui betapa berharganya dia bagiku. Dan demi Allah, saya tidak mampu untuk menggambarkan kepada kalian apa yang saya rasakan ketika saya meletakkan jenazahnya di kuburan dan menimbunnya dengan tanah.
Dia adalah istri saya yang kemarin mengatakan kepada saya sambil tersenyum: “Demi Allah, saya benar-benar mencintai dirimu, wahai suamiku.”
Hanya saja Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ.
“Dan setiap umat memiliki ajal, sehingga jika telah datang ajal mereka maka mereka tidak akan mampu mengundurkannya dan tidak pula memajukannya walaupun sesaat.” (QS. Al-A’raf: 34)
Dia adalah sebaik-baik istri yang jika saya suruh maka dia mentaati saya selama dalam ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla, dan jika saya melarangnya dari sesuatu maka dia pun meninggalkannya. Dia juga membantu melayani ibu dan ayah saya, semoga Allah menjaga keduanya dan memanjangkan umur mereka dalam ketaatan kepada Allah.
Semoga Allah merahmatinya, dia biasanya duduk di hadapan saya sekian lama sambil menyuapiku dengan tangannya, dan setiap kali saya melihatnya maka saya pun selalu menjumpainya tersenyum. Dia tidak hanya berperan sebagai seorang istri saja, tetapi dia juga seorang ibu bagi anak-anak saya, sebagai saudara perempuan terhadap saudara-saudara saya, sebagai istri, dan sebagai anak perempuan terhadap kedua orang tua saya. Subhanallah, saya dikaruniai kecintaan kepadanya.
Ya Allah, aku mempersaksikan kepada-Mu bahwa dia adalah seorang istri yang shalihah bagiku, aku ridha kepadanya, jika dia pernah salah maka aku telah memaafkannya, dan jika dia memiliki hutang maka aku yang menanggungnya. Engkau yang menghisab amalnya dan aku tidak mensucikan seorang pun di sisi-Mu.
Ya ikhwah, siapa saja yang memiliki istri maka hendaklah dia memuliakannya dan mempergaulinya seperti yang dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi was sallam terhadap para istri beliau yang mereka telah Allah ridhai. Sebelum kenikmatan berupa istri ini hilang, maka hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab!

 Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu anhu. Bersikaplah yang lembut terhadap mereka dan jangan bersikap kasar kepada mereka! Karena Nabi shallallahu alaihi was sallam bersabda:
إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُوْنُ فِيْ شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ.
“Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah kelembutan itu dicabut dari sesuatu kecuali akan menjadikannya buruk.” (HR. Muslim no. 2594)

Saya memohon kepada Allah Yang Maha Agung agar merahmati istri dan penyejuk mata saya, mengampuninya, memaafkannya, memasukkannya ke golongan orang-orang yang mati syahid (dia meninggal karena persalinan kembar –pent), mengumpulkannya bersama kedua putranya yang belum pernah dia lihat sama sekali, mengumpulkannya bersama Nabi shallallahu alaihi was sallam dan para istri beliau di syurga Firdaus, dan semoga Allah juga menyatukan saya dengan mereka di syurga. Allahumma aamiin…”

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.
“Ya Allah, berikanlah kesabaran kepada saudaraku Hisyam, rahmatilah istrinya dengan rahmat yang luas dan ampunilah dia.”
Sumber artikel:

http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=53246
Selasa, 21 Dzulqa’dah 1435 H
🌏  http://forumsalafy.net/?p=6473
—— turut mempublikasikan ——
🛡 Forum Salafy Banjarnegara

`Ⓜalam Ahad 9 Shofar 1439 Hijriyah`

✅ Join ©hanel telegram

http://tlgrm.me/salafybanjarnegara

Advertisements

ADAB IMAM DAN MAKMUM YANG PERLU DIKETAHUI•

════════════════════
       🕯 FAEDAH ILMIYAH 🕯
════════════════════
Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah,
⚠ “Semestinya bagi seorang makmum untuk TIDAK BERDIRI (setelah selesai sholat) sampai Imam berpaling, yaitu berpindah dari arah kiblat.”
✋🏽 “Dan tidak semestinya seorang Imam TETAP DUDUK setelah salam dengan menghadap kiblat kecuali hanya sekadar beristighfar tiga kali dan dia ucapkan:”
 اللهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
👣 “Dan apabila Imam telah berpindah arah maka barang siapa ingin berdiri silahkan berdiri.Dan barang siapa yang masih ingin duduk berdzikir kepada Alloh maka silahkan dia melakukannya.”
🗂 Sumber : Majmu’ al-Fatawa 22/505
 •••┈••••○❁🌻❁○••••┈•••
     { متى ينصرف المأموم من الصلاة  
الفـــــائدة:

 🎙《 قال شيخ الإسلام ابن تيمية :
«  ينبغي للمأموم، أن لا يقوم حتى ينصرف الإمام، 

 أي: ينتقل عن القبلة، ولا ينبغي للإمام أن يقعد بعد السلام مستقبل القبلة، 

إلا مقدار ما يستغفر ثلاثاً،
ويقول: اللهم أنت السلام، ومنك السلام، تباركت يا ذا الإجلال والإِكرام.
  وإذا انتقل الإمام، فمن أراد أن يقوم قام، ومَنْ أحبّ أن يقعد يذكر الله فعل)) .
🗂 مجموع الفتاوى(٥٠٥/٢٢)
•••┈••••○❁🌻❁○••••┈•••
✍🏻WhatsApp

Ⓚ①ⓉⒶ🌏ⓈⒶⓉⓊ

Bagi-bagi faedah ilmiahnya….ayo segera  bergabung

🌐📲 Join Channel Ⓚ①Ⓣ

https://bit.ly/KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ]  Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia

http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
📲. Share >> http://telegram.dog/KEUTAMAANILMU
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

Mahalnya Waktumu…….

Al Imam Ibnul Qayyim _رحمه الله_ berkata,
“Menyia-nyiakan waktu lebih dahsyat dibandingkan kematian, karna sesungguhnya menyia-nyiakan waktu itu akan memutuskanmu dari Allah (beramal untuk-Nya pent-,) dan kampung akhirat, adapun kematian hanya memutusmu dari dunia dan penghuninya.
📚 [Al Fawaid hal. 44]
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
قال ابن القيم -رحمه الله-:
إضاعة الوقت أشد من الموت
لأن إضاعة الوقت تقطعك عن الله والدار الآخرة والموت يقطعك عن الدنيا وأهلها
الفوائد / ص 44
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📮 *WhatsApp SaLaM || Salafy Makassar*

_Mempererat Ukhuwah dengan Salam_

 

🔵 *Channel Telegram* https://t.me/salafymakassar
🖥  *Website* http://salafymakassar.net

HAKIKAT HARTA YANG KAMU MILIKI

Shahabat Abdullah bin asy-Syikhr radhiallahu ‘anhu berkata,

🍃 “Aku menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau sedang membaca surat,
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
‘ Bermegah-megahan telah melalaikan kamu’
🍃 beliau bersabda, 
يَقُولُ ابْنُ آدَمَ: مَالِي، مَالِي، قَالَ: وَهَلْ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ، أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ، أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ؟
💎 ‘Anak Adam berkata, ‘ini hartaku.. ini hartaku…’
🍃 Kemudian Beliau melanjutkan, 
⚠️ ‘ Hai anak adam, kamu tidak memiliki dari hartamu kecuali yang telah kamu makan lalu habis, 

⚠️ atau pakaian yang kamu gunakan lalu pakaian itu rusak, 

✔️ atau yang kamu sedekahkan maka itulah yang tersisa.” 

📖 (HR. Muslim no.2958)
✅ Ditambahkan dalam hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,
وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ ذَاهِبٌ، وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ
” Adapun selain itu (harta yang disedekahkan,pen), maka ia akan sirna dan ditinggalkan bagi manusia (ahli warisnya).”

📖 (HR. Muslim no.2959)
➖➖➖➖➖

🏡 Mari membiasakan diri untuk menyedekahkan sebagian rejeki yang Allah berikan kepada kita. Karena itulah harta yang benar-benar milik kita.

➖➖➖➖➖
📝 Disajikan oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #sedekah #infaq #harta

〰〰➰〰〰

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah

🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf 

💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
📲. Turut Menyebarkan Ilmu … ⤵

http://telegram.dog/KEUTAMAANILMU
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Apakah dibolehkan utang ke bank syariah model yang ada sekarang ini?

⤵📖 EDISI TANYA JAWAB ILMIYAH📖⤵
💰 *Utang ke Bank Syariah*
📚PERTANYAAN :

⁉ Zaman sekarang ini, utang ke orang tanpa bunga sangat sulit. Apakah dibolehkan utang ke bank syariah model yang ada sekarang ini?
📚 JAWABAN : 

Tidak boleh, karena setahu kami bank syariah tidak ada bedanya dengan bank konvensional, dalam hal sama-sama menjalankan sistem riba. Penamaan tidak dapat mengubah hakikat suatu perkara. Selama ada bunganya (riba/margin), dalam arti nilai yang dibayar lebih besar dari nilai utang itu sendiri, hal itu adalah riba. Kaidahnya :
كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً فَهُوَ رِباً.

*“Setiap piutang yang menarik manfaat adalah riba.”*
Bank adalah bank yang terlaknat meskipun dinamai bank syariah. Wallahul musta’an.
Berusahalah dengan usaha kecil-kecilan terlebih dahulu dan hiduplah dengan cara sederhana. Jika terdesak kebutuhan darurat, carilah orang baik yang mau membantu mengutangi tanpa bunga (riba). Bersabarlah, Allah subhanahu wata’ala bersama (menolong) orang-orang yang bersabar. Bersabar lebih baik daripada mendapat laknat Allah subhanahu wata’ala dengan praktik riba. Wallahul muwaffiq.
🕹Dijawab Oleh Al Ustadz Muhammad Sarbini Hafizhahullahu
Sumber : http://asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-edisi-73/
↔↔↔↔↔↔↔↔↔
Publikasi :
🕹 *WhatsApp Salafy Jeneponto*

 

📫 *Channel Telegram* https://t.me/salafyjeneponto
🖥  *Website* http://serambidarussunnah.com

ADAKAH HUKUM KARMA DALAM ISLAM

⤵📖 *Edisi Tanya Jawab ilmiyah*📖⤵

⁉ Saya mau tanya tentang fatwa adanya hukum karma dalam Islam. Bagaimana menurut Islam sebenarnya?
📚 JAWABAN : 

_Pada prinsipnya hukum karma adalah konsep ajaran Hindu dan Budha yang bermakna akan terlahir (menjelma) kembali ke dunia dengan penderitaan akibat dosa yang dilakukannya hingga dirinya terbebas dari ikatan karma dan meraih kebebasan. Ini adalah akidah kufur yang batil dan bertentangan dengan ajaran Islam yang suci._
*Selanjutnya, kita tidak butuh pembahasan filsafat dalam mengait-ngaitkan hukum karma dengan ajaran Islam yang telah sempurna dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Islam mengajarkan bahwa seorang yang mati dengan berpisahnya ruh dari jasad, beralih ke kehidupan alam barzakh (kubur) hingga dibangkitkan kembali di hari kiamat untuk menjalani kehidupan akhirat yang kekal abadi dalam neraka atau surga—rincian hal ini ada dalam al-Qur’an dan as-Sunnah.*
Allah ‘azza wa jalla mengabarkan bahwa musibah yang menimpa manusia di dunia ini adalah akibat dari dosanya sendiri agar dia bertobat dan berbenah diri. Wallahu a’lam.
🕹Dijawab Oleh Al Ustadz Muhammad Sarbini Hafizhahullahu
Sumber : http://asysyariah.com/tanya-jawab-ringkas-seputar-shalat-dan-hukum-karma/
↔↔↔↔↔↔↔↔↔
Publikasi :
🕹 *WhatsApp Salafy Jeneponto*

 

📫 *Channel Telegram* https://t.me/salafyjeneponto
🖥  *Website* http://serambidarussunnah.com

AKIBAT MENYELISIHI SUNNAH

رأى سعيد بن المسيب رجلا يصلي في وقت النهي ركعات كثيرة فنهاه

Sa’id bin al-Musayyib melihat seseorang mengerjakan shalat pada waktu terlarang dengan sejumlah raka’at yang banyak. Beliau pun lantas melarangnya. 
◎ Maka orang itu menjawab menimpali:
 يا أبا محمد يعذبني الله على الصلاة ؟!!
Wahai Abu Muhammad, apakah Allah akan mengadzabku karena aku mengerjakan shalat?!!
● Beliau menjawab:
 لا ، ولكن يعذبك على خلاف السنة
Tidak, akan tetapi Allah akan mengadzabmu karena engkau menyelisihi as-Sunnah.”
● Al-Imam Al-Albani rahimahullah mengatakan: 
وهذا من بدائع أجوبة سعيد بن المسيب ، وهو سلاح قوي على المبتدعة الذين يستحسنون كثيرا من البدع ويتهمون أهل السنة بأنهم ينكرون الذكر والصلاة ، وهم إنما ينكرون عليهم مخالفتهم للسنة
Ini diantara jawaban mengagumkan dari Sa’id bin al-Musayib.
»» Dan itu merupakan senjata yang kuat dalam membantah ahli bid’ah yang selalu saja menganggap baik banyak dari perkara kebid’ahan dan menuduh ahlus sunnah bahwa mereka mengingkari dzikir dan shalat.
»» Padahal mereka (ahlus sunnah) hanyalah mengingkari penyelisihannya terhadap sunnah.
[Irwaul Ghalil: 2/236]
🌏 Sumber || http://bit.ly/2h7sK9v
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎

JANGAN SIA-SIAKAN WAKTUMU

Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:
“ إضاعة الوقت أشد من الموت لأن إضاعة الوقت تقطعك عن الله والدار الآخرة والموت يقطعك عن الدنيا وأهلها
Menyia-nyiakan waktu itu lebih parah daripada kematian. Karena menyia-nyiakan waktu memutus dirimu dari Allah dan negeri akhirat, sementara kematian itu  memutus dirimu dari dunia dan penghuninya. 
[Al-Fawaid h. 44]
🌏 Sumber || http://bit.ly/2gwCo4Y
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎

NASEHATILAH ORANG YANG BERBUAT DOSA, JANGAN MENGHINANYA!!

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:
إن تعييرك لأخيك بذنبه؛ أعظم إثماً من ذنبه وأشد من معصيته.
“Sesungguhnya penghinaanmu terhadap saudaramu karena dosa yang dia lakukan lebih besar dosanya dibandingkan dosa yang dia lakukan dan lebih buruk dibandingkan maksiatnya.”

 

📚 Madarijus Salikin, jilid 1 hlm. 177
🌍 Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/922559616118116353
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑