INFO DAN HIMBAUAN TA’AWUN

BISMILLAH…

⏺ MUKADIMAH

Alhamdulillah segala puji hanya bagi Allah, yang telah memberikan kepada kita berbagai nikmat, terkhusus nikmat Islam dan Sunnah, dan semoga Allah senantiasa menjaganya.
Seperti yang telah kita ketahui bersama, betapa pentingnya dakwah di jalan Allah, yang merupakan jalan yang Allah pilihkan untuk para Nabi dan utusan-Nya. Allah berfirman (artinya):

“Katakanlah: ‘Inilah jalanku, aku berdakwah ke jalan Allah atas dasar bashirah (ilmu), aku dan orang orang yang mengikutiku (berdakwah di atas ilmu).” (Yusuf:108)

⏺ TUJUAN

Atas dasar itu, kami bertekad untuk membuat markaz dakwah di wilayah ibu kota Indonesia, Jakarta. Karena kebutuhan yang sangat mendesak terhadap tempat di daerah Jakarta dan atau sekitarnya, untuk:

1. Masjid sebagai tempat taklim rutin salafiyin Jakarta dan atau sekitarnya.
2. Tempat pendidikan anak-anak salafiyin.
3. Tempat daurah masyaikh tahunan
4. Tempat persinggahan asatidzah dan masyayikh Ahlus sunnah (sehingga bisa meminimalisir biaya operasional).

Maka, untuk tahap pertama, kami akan membebaskan tanah di daerah Pondok Gede, seluas lebih kurang 1000 m2 dengan harga: Rp. 1.000.000.000,00.
,(Satu milyar rupiah). Di lokasi yang berdampingan, ada tanah seluas 1000 m2 yang hendak dijual juga dan kini sedang proses penjajagan untuk kami bebaskan juga.

Adapun untuk rencana pembangunan selanjutnya, kami mengharap kemudahan dari Allah ‘Azza wa Jalla.

Jika sampai batas waktu yang ditentukan belum ada konfirmasi dari pihak muhsinin, kami akan membuka donasi berikutnya kepada salafiyin guna pembangunan mesjid dan sarana prasarana yang terkait lainnya.

⏺ AJAKAN

Untuk itu kami mengajak semua ikhwah salafiyyin di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam kerangka “TA’AWWUN ‘ALAL BIRRI WAT-TAQWA” .

Transfer dana bisa melalui rekening: a.n Firman Primahardhika BCA No. Rek. 6840163162

Bila dana bantuan antum sudah ditransfer ke nomor rekening di atas, mohon konfirmasi ke nomor HP:
08129394826

Mengetahui dan Turut Menghimbau
Pembina:
1. Ustadz Luqman Ba’abduh
2. Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
3. Ustadz Qomar Suaidy
4. Ustadz Abdush Shomad
5. Ustadz Usamah Mahri
6. Ustadz Askari
7. Ustadz Muhammad Afifuddin as-Sidawi
8. Ustadz Ayip Syafrudin
9. Ustadz Muhammad Sarbini
10. Ustadz Syafrudin
11. Ustadz Abdurrahman Mubarak

——— Hafizhohumullohu ———–

Atas ta’awunnya kami sampaikan Jazaakumullaahu khoiro

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Publikasi Resmi oleh :
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu’ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

➖➖➖➖➖➖➖➖➖🌸
نصحتي النسا ء telegram 📝
🌸➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Advertisements

Fatwa Syaikh Bin Bazz Rahimahullah Tentang Hukum ~Rokok~ dan Hukum Penjualan-nya

🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬❌❌❌❌❌❌❌❌❌❌❌

Pertanyaan:
Hukum ~merokok~ apakah haram atau makruh? Dan bagaimana hukum penjualan-nya?

Jawaban:
~Rokok~ haram, karena ~rokok~ sesuatu yang buruk yang mengandung bahaya-bahaya yang banyak sekali, dan sesungguhnya Allah Ta’ala memubahkan untuk hamba-Nya sesuatu yang baik-baik dari makanan dan minuman-minuman dan yang lainnya, dan mengharamkan kepada mereka yang buruk-buruk, Allah Ta’ala berfirman :

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ ۖ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۙ

“Mereka menanyakan kepadamu apa yang dihalalkan bagi mereka? Katakanlah: dihalalkan bagi kalian yang baik-baik“. (QS. Al-Maidah:4)

Dan Allah Ta’ala berfirman tentang sifat Nabi-Nya Muhammad – Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam – di dalam surat Al-A’raaf :

يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

“Yang memerintahkan mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk“. (QS. Al-A’raaf:157)

Dan ~rokok~ juga yang sejenisnya semuanya bukan dari yang baik-baik, bahkan merupakan yang buruk-buruk, dan semua yang memabukan dari yang buruk-buruk.

Dan ~rokok~ tidak boleh menghisapnya dan menjualnya juga perdagangannya, karena terdapat bahaya-bahaya yang besar dan hukuman-hukuman yang berat.

Wajib bagi perokok atau pedagangnya untuk segera bertaubat dan kembali kepada Allah Ta’ala dan menyesali perbuatannya yang lalu, dan berniat dengan sungguh-sungguh tidak akan mengulanginya lagi, dan barang siapa yang bertaubat dengan kejujuran maka Allah akan menerima taubatnya, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung“. (QS. An-Nur:31)

Dan firman Allah Ta’ala yang artinya:

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَىٰ

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal sholeh kemudian tetap di jalan yang benar“. (QS. Thaha:82)

Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Taubat dapat meruntuhkan (dosa) yang sebelumnya”

Dan bersabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam :
“Orang yang bertaubat dari dosa seperti tidak mempunyai dosa“.

Kami meminta kepada Allah Ta’ala untuk memperbaiki keadaan-keadaan kaum muslimin dan menjaga mereka dari setiap yang menyelisihi syari’at-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan (do’a hamba-Nya).

(Dari Fatwa Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bib Bazz – Rahimahullah Ta’ala – ).

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

⏬⏬⏬

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡🗃 Media al-Haq
Menebar Cahaya Kebenaran

📟▶ Join Telegram https://telegram.me/buletinalhaq
💻 Situs Resmi http://www.buletin-alhaq.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

📡 Turut menyebarkan ilmu•••⤵
» http://telegram.me/KEUTAMAANILMU
_________________________

KAJIAN ISLAM ILMIAH AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH “ASY-SYARI’AH” ke-15

🌅🛰 Dengan memuji Allah Ta’ala semata, kembali hadir biidznillah 

KAJIAN ISLAM ILMIAH AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH “ASY-SYARI’AH” ke-15
📆 InsyaAllah 1 – 8 Jumadal Ula 1439 H / 18 – 25 Januari 2018 M
🌠 Daurah ini terselenggara dengan bimbingan dan arahan asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah.

🕹 Pembicara:

Asy-Syaikh Abdul Wahid al-Madkhali hafizhahullah  (Kerajaan Arab Saudi) 

KAJIAN ILMIAH UMUM
 1️⃣ 🗓 Kamis, 1 Jumadal Ula 1439 H / 18 Januari 2018 M
🕰 Pukul 10.00-14.00 WIB
“Keindahan Agama Islam: Wajib Menaati Pemerintah”
🕌 Tempat: Masjid Al-Mujahidin, Jln Anggrek Neli murni VII Blok A, Slipi, Jakarta Barat
📲 CP : 081513978370

08129394826

2️⃣ 🗓 Sabtu, 3 Jumadal Ula 1439 H / 20 Januari 2018 M
🕰 Pukul 09.00-14.00 WIB
“Keindahan Agama Islam: Kewajiban Bersatu di Atas Agama Allah”
🕌 Tempat: Masjid Agung Karanganyar, Karanganyar
📞 CP : 085293663672

082226316967
📚 KAJIAN KHUSUS ASATIDZAH
🗓 5 – 8 Jumadal Ula 1439 H / 22 – 25 Januari 2018 M
Materi :

1️⃣ al-Ushul as-Sittah

2️⃣ al-Qawaid al-Arba’
🏣 Tempat: Embarkasi Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali.
📞 CP : 085236523991

081328078414

082153830775
📲📶 )))) Insyaallah akan ada muhadhoroh via telepon (teleconference) bersama :

1️⃣ Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah 

2️⃣ Asy-Syaikh ‘Ubaid bin Abdillah al-Jabiri hafizhahullah

3️⃣ Asy-Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah
~~~~~~~~~~~~~

Penyelenggara : 

🏷 Yayasan “Asy-Syariah” Yogyakarta 
🏷 Yayasan Islam “Riyadhul Jannah as-Salafiyah” Bogor
🏷 Yayasan “Daarus Salaf” Sukoharjo
____

 Channel Daurah Nasional asy-Syari’ah Ahlussunnah wal Jama’ah

📁 JOIN Channel https://t.me/daurahnasional

🌏 http://www.daurahnasional.com

TATA CARA MENGEMBALIKAN PALESTINA KE PANGKUAN KAUM MUSLIMIN

Perkataan berharga Dari al-Allamah al-Faqih Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
📛 Dan tidak mungkin mengembalikan palestina ke pangkuan kaum muslimin kecuali dengan nama Islam yang dipegangi oleh Nabi shallallahu’alaihi wasallam dan para shahabat beliau. Sebagaimana Allah berfirman :
{إن الأرض لله يورثها من يشاء من عباده والعاقبة للمتقين} [الأعراف: 128]
”Sesungguhnya bumi ini milik Allah, Dia akan mewariskannya kepada  hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Dan kesudahan yang baik itu bagi orang yang bertaqwa.” (Al-A’raf 128)
✋🏻 Dan bagaimanapun usahanya bangsa Arab, sekalipun mereka memenuhi dunia ini dengan perkataan dan hujjah, maka mereka itu tidak akan berhasil selamanya sampai mereka menyeru untuk mengeluarkan yahudi darinya dengan nama Islam, setelah mereka menerapkannya pada diri-diri mereka sendiri. Maka jika mereka telah melakukan hal itu, maka akan terwujud apa yang dikhabarkan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wasallam :
“لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ، فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ، وَالشَّجَرِ، فَيَقُولُ الْحَجَرُ، أَوِ الشَّجَرُ: يَا مُسْلِمُ، يَا عَبْدَ اللَّهِ، هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي، فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ”.
”Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kaum muslimin berperang melawan yahudi. Maka kaum muslimin membunuhi mereka sampai yahudi bersembunyi dibelakang batu dan pohon, maka batu dan pohon tersebut mengatakan : Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini ada yahudi di belakangku, maka kemarilah bunuhlah dia.”
👋🏻 Maka pepohonan dan bebatuan menunjukkan kepada kaum muslimin posisi yahudi, mengatakan :  Wahai ”hamba Allah” dengan nama penghambaan terhadap Allah. Dan mengatakan Wahai ”muslim” , dengan nama Islam. Dan Rasul shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Kaum Muslimin akan memerangi yahudi” dan beliau tidak mengatakan ”Bangsa Arab.”
⚠ Oleh karena itu sesungguhnya kita tidak akan bisa menghukum yahudi dengan nama ke”Arab”an selamanya. Kita tidak akan bisa menghukum yahudi kecuali dengan nama Islam. Barang siapa yang mau, silakan dia membaca firman Allah ta’ala :
{ولقد كتبنا في الزبور من بعد الذكر أن الأرض يرثها عبادي الصالحون} [الأنبياء: 105]
”Dan sungguh Kami telah tetapkan dalam kitab Zabur setelah (kami tulis) dalam Lauhul mahfuzh, bahwasanya bumi ini akan diwariskan kepada hamba-hamaKu yang shalih.” (Al-Anbiya 105)
Maka Allah menjadikan warisan tersebut bagi hamba-hambaNya yang shalih. Dan apa-apa yang dipersyaratkan dengan suatu sifat, maka hal itu hanya akan terwujud dengan adanya sifat tersebut, dan akan ditiadakan kalau tidak ada sifat tersebut. Maka jika kita menjadi hamba-hamba Allah yang shalih, maka kita akan mewarisinya dengan penuh kemudahan, tanpa adanya kesulitan dan kepayahan ini. Maka (ini adalah) pembicaraan yang panjang lebar yang tidak pernah habisnya selamanya. Maka kita bisa meraihnya dengan pertolongan Allah dan dengan ketentuan Allah akan hal itu bagi kita. Betapa mudahnya hal itu bagi Allah.
🌹 Dan kita tahu, kalau kaum muslimin tidaklah menguasai Palestina di zaman Islam yang jaya kecuali karena keislaman mereka. Dan mereka tidak menguasai kota-kota, ibukota Persia atau ibukota Romawi atau ibukota Qibti kecuali dengan nama Islam. Oleh karena itu, duhai seandainya para pemuda kita itu meresapi pemahaman yang benar ini, bahwasanya tidak mungkin mendapatkan pertolongan yang mutlak kecuali dengan Islam yang hakiki, bukan islam KTP.
Dan saya katakan, dan ilmunya di sisi Allah : 

”Tidak mungkin mengembalikan negeri Syam -dan saya khususkan dengan hal itu negeri Palestina- kecuali dengan apa yang dipakai oleh pendahulu umat ini, dengan kepemimpinan seperti kepemimpinan Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ’anhu. Dengan pasukan seperti pasukannya Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ’anhu. Mereka tidak berperang kecuali untuk meninggikan kalimat Allah. Kalau sudah terlaksana hal ini pada kaum muslimin, maka mereka akan bisa memerangi yahudi, sampai yahudi akan bersembunyi di belakang pohon, lalu pohon tersebut akan memanggil :
حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ، وَالشَّجَرِ، فَيَقُولُ الْحَجَرُ، أَوِ الشَّجَرُ: يَا مُسْلِمُ، يَا عَبْدَ اللَّهِ،
”Wahai muslim, wahai hamba Allah ini yahudi dibelakangku, mari bunuhlah dia.”
🔥 Adapun selama manusia masih memandang kalau permusuhan ini, antara kita dengan yahudi itu adalah karena fanatik kebangsaan, maka kita tidak akan berhasil selamanya. Karena Allah itu tidak akan menolong kecuali hamba-hamba-Nya yang menolong Agama-Nya.
⭕ Sebagaimana Allah berfirman :
وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَن‎ ‎يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ  الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ [الحج:40-41].
”Dan sungguh Allah akan menolong orang-orang yang menolong (agama) Nya, sesungguhnya Allah itu Maha Kuat lagi Maha perkasa. Yaitu orang-orang yang jika Kami kokohkan mereka di muka bumi mereka akan mendirikan shalat, menunaikan zakat, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan kepada Allahlah kembalinya segala urusan. (Qs. Al-Hajj 40-41)
💥 Maka jika kita melihat generasi pertama umat ini, kita mendapati mereka itu ditolong karena prinsip ketauhidan, keikhlasan kepada Allah, mengikuti Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam. Menjauhkan diri dari perkara yang buruk, dari akhlaq rendahan, dari perbuatan keji dan mungkar, dan dari taqlid kepada musuh-musuh.
✋🏻 Dan repotnya, sekarang sebagian manusia ada yang memandang kalau taqlid (perbuatan ikut-ikutan) kepada orang-orang kafir itu adalah suatu kemuliaan dan kehormatan, dan mereka melihat kalau kembali kepada apa yang dipegangi oleh Rasulullah ‘alaihishshalaatu wassalaam dan para shahabatnya itu adalah kemunduruan dan keterbelakangan. Hal ini cocok dengan ucapannya orang-orang dahulu :
وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَؤُلاءِ لَضَالُّونَ [المطففين32]
”Dan jika mereka melihat orang-orang yang beriman, mereka berkata : Sesungguhnya mereka ini adalah orang-orang sesat.” (Qs. Al-Muthaffifin 32)
⚪ Maka kita wajib wahai ikhwah untuk merujuk (kepada Nabi dan Para Shabatnya-pent), hendaknya kita membaca dan memperhatikan apa yang telah lalu dari penghulu umat ini. Hingga kita bisa mengambil apa yang dahulu mereka ada diatasnya, berupa berpegang teguh (dengan dengan Islam-pent), penghambaan diri (kepada Allah), dan ketika itu pertolongan dicatat untuk kita.
Dan sesungguhnya saya katakan dan saya ulang-ulang: 

” Wajib kita berhati-hati dari kejelekkan jiwa-jiwa kita, dan kita berhati-hati dari kejelekkan orang-orang kafir, kaum munafiqin dan pengikut mereka semua.
☝🏻 Dan kita memohon kepada Allah agar Allah menetapkan buat kita dan kalian petolongan untuk agama-Nya. Semoga Dia menolong kita dengannya dan menolong agama-Nya melalui tangan kita. Dan menjadikan kita sebagai wali-waliNya dan golongan-Nya, sesungguhnya Dia itu Maha Pemurah lagi Maha Pemberi. Dan semoga shalawat dan salam atas Nabi kita Muhammad, pada para keluarganya dan shahabatnya semua. [Kutub wa rasaa’il karya Al-‘Utsaimin juz 8 hal 117].
📚 Sumber : http://www.bayenahsalaf.com/vb/showthread.php?p=66069#post66069
🌎 Kunjungi || http://forumsalafy.net/tata-cara-mengembalikan-palestina-ke-pangkuan-kaum-muslimin/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

SHALAT 12 RAKAAT SETIAP HARI, DIBANGUN RUMAH UNTUKNYA DI SURGA

 Pertanyaan: Saya mendengar hadits yang artinya, “Barang siapa shalat dua belas rakaat dalam sehari semalam, maka akan dibangunkan rumah di surga baginya.”

Kapan saja waktu yang dimaksud?
✍🏻 Jawaban: al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc.
Yang dimaksud oleh hadits tersebut adalah shalat sunnah rawatib, bukan shalat wajib.
Hal ini disebutkan dalam beberapa hadits, di antaranya hadits berikut ini.
»» Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ ثَابَرَ عَلَى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً في الْيَوْم ِوَاللَّيْلَةِ دَخَلَ الْجَنَّةَ، أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْن ِبَعْدَهَا، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ، وَرَكعَتَيْنِ بَعْدَالْعِشَاءِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
“Barang siapa mengerjakan shalat dua belas rakaat secara terus-menerus pada malam dan siang, dia akan masuk surga. Empat rakaat sebelum zhuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya, dan dua rakaat sebelum fajar.”
(Sahih, HR. at-Tirmidzi, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh al-Albani)
»» Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ تَوَضَّأَ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ صَلَّى لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً إِ بُنِيَ لَه ُبَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ
“Tidaklah seorang muslim berwudhu dan menyempurnakan wudhunya lalu shalat (dengan niat ikhlas) karena Allah subhanahu wa ta’ala setiap hari sejumlah dua belas rakaat, kecuali akan dibangunkan sebuah rumah di surga baginya.”
◎ Ummu Habibah radhiallahu ‘anha berkata,
فَمَا زِلْت ُأُصَلِّيهِنَّ بَعْدُ
“Setelah itu, aku senantiasa mengerjakan shalat tersebut.”
◎ ‘Anbasah radhiallahu ‘anhu juga berkata,
فَمَا زِلْت ُأُصَلِّيهِنَّ بَعْدُ
“Setelah itu aku selalu mengerjakan shalat tersebut.”
◎ Amru bin Aus radhiallahu ‘anhu berkata,
 فَمَا زِلْتُ أُصَلِّيهِنَّ
“Aku selalu mengerjakannya.”
◎ Nu’man radhiallahu ‘anhu berkata,
وَأَنَا أَكَادُ أَدَعُهُنَّ
“Aku hampir tidak pernah meninggalkannya.”
Dari Ibnu Ja’far, dari ‘Anbasah bin Abu Sufyan, dari Ummu Habibah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِم ٍيُصَلِّي لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَة ًتَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ … فَذَكَرَ نَحْوَهُ
“Tidaklah seorang muslim shalat (dengan niat ikhlas) karena Allah ‘azza wa jalla setiap harinya dua belas rakaat shalat sunnah, selain shalat wajib…” kemudian dia menyebutkan seperti itu.
(HR. Abu Dawud dan Ahmad dengan lafadz Ahmad, dan dinyatakan sahih oleh al-Albani rahimahullah)
»» Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى فِي يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً سِوَى الْفَرِيضَةِ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Barang siapa mengerjakan shalat dua belas rakaat dalam sehari selain shalat fardhu, Allah subhanahu wa ta’ala akan membangun untuknya sebuah rumah di surga.”
(HR. an-Nasa’i, al-Albani rahimahullah mengatakan bahwa hadits ini shahih li ghairihi)
`Dari hadits-hadits di atas, dapat diringkas bahwa 12 rakaat yang dimaksud ialah sebagai berikut.`
● Empat rakaat sebelum zhuhur.

● Dua rakaat setelah zhuhur.

● Dua rakaat setelah maghrib.

● Dua rakaat setelah isya.

● Dua rakaat sebelum subuh.
Wallahu a’lam.
🌏 Sumber || https://asysyariah.com/shalat-12-rakaat-setiap-hari-dibangun-rumah-untuknya-di-surga/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
📲. Share >> http://telegram.dog/KEUTAMAANILMU
💎💎💎💎💎💎💎💎💎

​KITA MEMANG BERBEDA

Kalian berbicara terlebih dahulu, baru berangkat umrah –katanya– bertanya pada Ulama.
Sedangkan kami bertanya dulu kepada para Ulama, baru kami berani berbicara.

Yang berarti kami mencari kebenaran.

Sedangkan kalian mencari pembenaran 
•> Kalian menyampaikan jawaban tanpa menyampaikan bentuk pertanyaannya. Padahal sebuah fatwa dibangun di atas dua pondasi: Ilmu syar’i dan berita yang terjadi.

Sedangkan kami menyampaikan jawaban dan pertanyaannya.
•> Kalian bertanya dengan langsung menuduh si fulan begini dan begitu secara subjektif.

Sedangkan kami bertanya tentang kaidah. Apakah yang seperti ini disebut hizbiyyah, atau imarah daulah dalam daulah? Silahkan lihat pertanyaan-pertanyaan kami. (Objektif)
Kalian bertanya untuk kalian. Bukankah mereka salah! 

Sedangkan kami bertanya tentang kami. Apakah kami salah?
•> Kalian mendatangi dan menghubungi orang yang bisa mendukung kalian. Berupaya menghubungi siapa yang pernah sakit hati karena dinasihati.

Sedangkan kami didatangi oleh orang-orang disekitar kalian yang melaporkan kalian dengan bukti-bukti.
•> Kalian Berusaha untuk menjatuhkan kami. Dengan ucapan yang sangat mirip dengan ucapan musuh-musuh dakwah salafiyyah, seperti: hizbiyyah, sistem imarah, Luqmaniyyun dan lain-lain. 

Padahal kami ingin menasihati kalian, agar kita semua istiqamah di dalam dakwah salafiyyah. Dalam Aqidah, Manhaj, Ibadah dan Akhlaq
•> Kalian laporkan kami sebagai kelompok hizbiyyah yang ambisi ingin menguasai semua pondok-pondok Ahlussunnah. 

Sedangkan kami dilapori oleh orang-orang di sekitar kalian tentang kedzhaliman kalian terhadap mereka. Yang katanya merasa sebagai “raja kecil” yang mendhzalimi rakyatnya. Atau memakai sistem “kiyai sentris”. Semua apa kata kiyai. Tidak perlu ada rapat, tidak perlu ada kordinasi.
•> Kalian didukung, dibela dan disupport oleh hizbiyyun, hajuriyyun, mutalawwinun dan para pesakitan (mardha) atau _barsati_ (barisan sakit hati). 

Sedangkan kami didukung oleh Asatidzah Ahlussunnah dan Salafiyyin.
•> Kalian bertanya pada Syaikh yang kalian sudah menduga akan mendukung kalian.

Sedangkan kami bertanya kepada beberapa Masyaikh. Berharap ada kejelasan, mana yang benar mana yang salah.
Kalian…
Kalian…
••|> Namun ada sesuatu yang mirip.

Kalian berkumpul, berkoordinasi, kemudian memberikan keputusan “komando” yang kompak  _-Maa syaa Allah-_

Mirip sekali dengan yang kalian tuduhkan kepada kami.
>•< Akan tetapi tetap saja padanya ada perbedaan yang sangat mencolok….

Kami berkoordinasi untuk menasihati orang-orang yang bermasalah (pada manhaj atau akhlaqnya). Hingga Allah taqdirkan sebagian mereka bertaubat dari kesalahan dan penyimpangannya. _alhamdulillaah ala taufiqih_.

Sedangkan kalian berkoordinasi untuk mengkomando orang-orang yang sudah bertaubat dan mengakui kesalahannya agar membuat SP2T (Surat Pernyataan Pencabutan Taubat).
🤝 Namun kita tetap berharap, agar Allah mempersatukan kita di atas kebenaran. Di atas Tauhid dan Sunnah. Di atas Manhaj Salafus-Shalih.
✌🏻 Ada dua perkara penting yang bisa mempersatukan kita semua, bahkan seluruh kaum muslimin:

*KEJUJURAN DAN ISTIJABAH*

Kejujuran agar tidak ada rekayasa fatwa.

Istijabah agar siap menerima kebenaran yang telah jelas.
_Nasalullahat taufiq wal hidayah lana wa lahum wa lijamiie’il muslimin_

🛫(Samarinda-Jakarta, Ahad, 07 Rabi’ul Awwal 1439 H / 26 November 2017 M)
✍🏼 Al-Ustadz Muhammad bin ‘Umar As-Sewed  _-hafidzahullah-_
📲 http://www.salafycirebon.com/nasihat-kita-memang-berbeda.htm
======================
📮WA Salafy Cirebon
📲 Join telegram:

http://t.me/salafycirebon
🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳

BERMUSYAWARAH KETIKA MENDAPATKAN PERKARA YANG RUMIT

❱ Maimun ibn Mihran rahimahullah berkata,
■ “Dahulu Abu Bakr ash-Shiddiq

▸ jika ingin memutuskan suatu perkara maka beliau melihat kepada kitabullah (Al Quran), jika terdapat jawaban di dalamnya maka beliau memutuskan dengan hal itu.

▸ Jika beliau mengetahui jawabannya ada pada Sunnah Rasulullah, maka beliaupun menetapkan keputusannya dengan itu.

▸ Jika beliau tidak mengetahui, maka beliau keluar dan bertanya kepada kaum muslimin (para shahabat nabi) tentang sunnah,

▸ jika perkaranya rumit, maka beliau memanggil tokoh-tokoh muslimin (para shahabat nabi) dan ulama-ulamanya untuk bermusyawarah bersama.”
📚[HR. Baihaqi dan dishahihkan oleh Ibnu Hajar di dalam al Fath]
•• •• ••
📡 BERMUSYAWARAHLAH DENGAN AHLINYA
❱ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu berkata,
■ “(Hendaknya) bermusyawarah dengan ahlul ilmi dan meminta pendapatnya. Setiap insan itu tergantung (pada permasalahannya).
Contohnya:

▸ Jika engka ingin melakukan sesuatu yang menyangkut urusan agama maka bermusyawarahlah dengan ahlul ilmi, karena mereka lebih tahu dengan perkara agama dibandingkan yang lainnya.

▸ Jika engkau ingin membeli rumah maka bermusyawarahlah dengan seorang yang memahami di daerah itu,

▸ jika engkau ingin membeli kendaraan maka bermusyawarahlah dengan orang yang ahli mekanik kendaraan

▸ dan demikianlah seterusnya.”
📚[Syarah Riyadhush Shalihin-Syaikh Ibnu Utsaimin, jil. 1, hal. 34, cet. Dar Ibnil Jauzi 2006]
Url: http://www.alfawaaid.net/2017/11/bermusyawarah-ketika-mendapatkan.html
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / http://www.alfawaaid.net

₪ Dari Channel Telegram @SedikitFaidahSaja // Dari Wa Sedikit Faidah Saja (SFS)
➥ #Manhaj #ilmu #Akhlak #Adab #musyawarah #jalan_Salaf
↪. Share >> http://telegram.dog/KEUTAMAANILMU

JANGAN LUPA DZIKIR SEBELUM MASUK TEMPAT BUANG HAJAT!!

✍🏼 Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda:
 إِنَّ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟْﺤُﺸُﻮْﺵَ ﻣُﺤْﺘَﻀَﺮَﺓٌ، ﻓَﺈِﺫَﺍ أَتَى ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ الْخَلَاءَ ﻓَﻠْﻴَﻘُﻞْ: ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲْ ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺨُﺒُﺚِ ﻭَﺍﻟْﺨَﺒَﺎﺋِﺚِ.
“Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat semacam ini didatangi (oleh setan), karena itu jika salah seorang dari kalian hendak masuk ke tempat buang hajat maka hendaklah dia mengucapkan:
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲْ ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺨُﺒُﺚِ ﻭَﺍﻟْﺨَﺒَﺎﺋِﺚِ.
“Yaa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syaithan laki-laki dan syaithan perempuan.”
📚 Silsilah ash-Shahihah, no. 1070
🌍 Sumber || https://twitter.com/HeshamAlhosani/status/929801636372996100
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎

SEBUAH RENUNGAN DARI ULAMA SALAFY

»… Celalah Diri Kalian Sendiri …«
● Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah mencela dirinya sendiri, “Wahai orang yang pantas dikasihani!
» Engkau telah berbuat jelek, namun menyangka bahwa dirimu telah berbuat baik. 

» Engkau tidak tahu, tetapi menyangka bahwa dirimu berilmu. 

» Engkau bakhil, tetapi menganggap dirimu dermawan.

» Engkau dungu, tetapi menganggap dirimu bijaksana.

» Ajalmu dekat, tetapi angan-anganmu panjang.”
[Siyar A’lamin Nubala 8/440]
🌏 Sumber || http://bit.ly/2yWuMn9
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Blog at WordPress.com.

Up ↑